Smartphone Mengubah Perilaku Umat Kristiani di Seluruh Dunia

Smartphone mengubah perilaku umat kristiani karena telah menggantikan penggunaan kitab sucinya yang sebelumnya berbentuk fisik alias buku. Tercatat di seluruh dunia, makin banyak orang kristen lebih mengandalkan aplikasi rohani atau membuat meme demi menyalurkan ekspresi atas iman mereka.

Ini menjadi sebuah fenomena menarik, karena pada zaman sebelum smartphone merajalela, umat kristen jauh lebih aktif secara spiritual. Apabila ada sesuatu ganjalan berupa pertanyaan membatin dalam diri, umumnya mereka akan mencari gereja lokal setempat untuk menemukan jawaban akan semua rasa penasarannnya.

Smartphone Mengubah Perilaku Umat Kristiani di Seluruh Dunia

Alkisah, Pendeta Pete Philips baru saja menjejakkan kakinya di kota Durham pada 2008, sedang berseteru dengan pengurus katedral setempat. Ia menerima teguran keras karena dianggap tidak sopan, sebab ia sibuk memainkan ponsel manakala pemimpin gereja tersebut sedang membacakan kotbah kepada para jemaat.

Pendeta Philips mengaku sedikit kesal karena perlakuan tidak menyenangkan yang dialami, namun dapat memaklumi dan mengampuninya. Bagaimanapun juga, pada masa itu smartphone masih menjadi barang tabu dalam praktek keagamaan umat kristen di seluruh dunia, jadi tidak akan ada satu orang pun dapat percaya bahwa Philips sedang memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk membantunya beribadah.

Kini, Philips resmi telah menjabat sebagai direktur dari Codec Research Centre for Digital Theology pada Durham University, Inggris. Semenjak tempat ibadah Durham Cathedral berulang tahun yang ke 1.000 pada 2018, segala sesuatu mengenai aturan berkenaan dengan perangkat digital selama kebaktian telah mengalami pembaharuan drastis.

Smartphone Mengubah Perilaku Umat Kristiani dan Gaya Hidup Spiritualnya

Para petinggi katedral di Durham akhirnya menyadari bahwa populasi smartphone mengubah perilaku umat kristiani dan tak dapat terbendung lagi. Melarang atau menolak keberadaannya hanya akan membuat mereka kehilangan mayoritas jemaat, khususnya generasi muda yang suka memainkan permainan Domino 99 uang asli Indonesia, dan ini akan membawa rasa malu tak tertahankan jika orang berbondong – bondong meninggalkan gereja secara massal.

Pada akhirnya, alih – alih mengikuti ajaran Yesus untuk tidak menjadi serupa dengan dunia ini, mereka justru memilih jalan berkompromi dan melonggarkan peraturan. Durham Cathedral kini menjadi salah satu gereja yang paling bersahabat dengan perangkat digital, sebab mereka memberi izin untuk memotret, membuka smartphone saat sesi kotbah, dan tidak keberatan apabila jemaatnya sibuk foto selfie.

Smartphone Mengubah Perilaku Umat Kristiani dan Gaya Hidup Spiritualnya

Philips justru menyambut baik hal tersebut, seraya berujar bahwasanya smartphone sudah menjadi satu dengan manusia bagaikan anggota tubuh tambahan. Saking terikatnya kita pada ponsel, ilmuwan sampai terinspirasi untuk menciptakan alternatif charger handphone menggunakan bantuan udara agar tidak kesulitan lagi menghadapi kondisi baterai lemah. Apabila gereja masih bersikeras untuk melarang aktifnya ponsel selama kebaktian, maka itu sama saja seakan – akan sedang memotong lengan para jemaat secara paksa dan tidak manusiawi.

Berbagai macam pembiaran maupun kelonggaran mengenai pemakaian ponsel hanyalah sebab akibat dari keterlibatan teknologi yang telah memasuki ranah spiritual. Segala macam aplikasi serta media sosial telah mengubah tabiat umat kristen 180 derajat total, sehingga mengubah arti sebenarnya dari menjadi pribadi religius.

Apa yang terjadi pada Durham Cathedral hanyalah sebuah contoh kecil daripada puncak gunung es mewakili kebiasaan baru seluruh penganut kristen secara global. Asal tahu saja, mayoritas gereja baik katolik maupun protestan, hampir seluruhnya mengizinkan ponsel untuk dioperasikan sepanjang ibadah, bahkan para pendeta sekarang memilihkan isi ayat pada proyektor sehingga jemaat tidak perlu lagi membuka alkitabnya untuk mencari ayat pilihan tersebut.

Pemuka Gereja Semakin Eksis di Internet Bagaikan Admin Online Shop

Smartphone mengubah perilaku umat kristiani dan tidak terbatas pada para petinggi gereja yang semakin eksis di internet, persis admin pengelola akun online shop. Pendeta Liam Beadle adalah orang terpandang di Yorkshire, tengah menjabat pada Gereja Anglikan St. Mary, Honley, Huddersfield, sebuah desa kecil yang penduduknya hanya 6 ribu jiwa.

Kesibukannya sangat berbeda jika kita membandingkan dengan para senior maupun pendahulunya, kini ia mengemban tugas untuk mengelola akun twitter gereja. Seorang bawahannya mendapat mandat untuk mengelola grup Facebook berisikan jemaat yang beribadah pada gereja tempat ia mengabdikan dirinya untuk melayani Yesus dan memberitakan injil.

Pemuka Gereja Semakin Eksis di Internet Smartphone Mengubah Perilaku Umat Kristiani

Rekannya bernama Pendeta Nick Baines, baru saja mendapat gelar kehormatan sebagai satu dari sekian banyak uskup pertama yang aktif menulis blog. Ia mengemukakan pendapatnya bahwa jika dulu para pemuka gereja bersikap proaktif pada media cetak, maka sekarang mereka menjadi jauh lebih reaktif, alias sekedar ikut – ikutan saja menanggapi rumor yang beredar di media sosial.

Hadirnya ponsel pintar berikut aplikasi ternama medsos bertebaran dan menjamur dimana salah satunya adalah situs dalam link https://www.17hertz.com/ yang menyediakan banyak permainan, membuat kita sulit untuk mengabaikan apalagi menghindarinya. Generasi muda bahkan yang telah berusia empat puluhan lebih suka mengumpulkan like, comment, serta subscribe, tak ubahnya youtuber duniawi yang sibuk berkutat dengan adsense demi mencari penghasilan.

Begitulah jadinya apabila manusia menomorduakan Tuhannya dan lebih menjadikan uang sebagai prioritas sehingga banyak berkompromi selama hidupnya. Sadar atau tidak, bagi mereka jauh lebih baik apabila jemaat dibiarkan menjadi ‘autis’ terhadap smartphonenya, daripada harus kehilangan sumber pemasukan dari perpuluhan ribuan jemaat yang pastinya memiliki nominal menggiurkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *